Saturday, January 16, 2010

Diet Penderita Hipertensi


Hipertensi adalah penyakit yang banyak menyerang manusia pada usia 30 tahun sampai usia lanjut. Usia tersebut memang rentan untuk melakukan banyak aktivitas, yang dapat mengakibatkan hipertensi. Namun, hipertensi dapat dihindari dengan cara mengatur pola makan, yang selama ini sangat diacuhkan oleh masyarakat pada umumnya. Dengan pola makan yang asal-asalan bebagai penyakit akan mudah timbul.

Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk penderita hipertensi. Selain mengkonsumsi makanan dan obat secara rutin, penderita hipertensi juga harus menghindari beberapa makanan, antara lain dengan melakukan diet rendah garam.

Sumber pemicu hipertensi yang perlu di waspadai antara lain garam dapur (NaCi), MSG ( Monosodium Glutamat) dan pengawet makanan ( Sodium Karbonat). Sumber lain yang harus di waspadai banyak dari makanan di luar rumah seperti makanan di warung, restoran, hotel, dan catering. Biasanya makanan yang disajikan di tempat seperti itu menggunakan penyedap rasa yang mengandung MSG.

Ada juga sumber natrium terselubung yang terdapat pada biskuit, roti, soda, makanan yang di awetkan atau di kalengkan, termasuk dendeng, abon, cornet beef, daging asap, ham, ikan asin, ikan pindang, ebi, sarden, udang, kerang, telur asin, daging kambing, keju, margarine, asinan, dan buah dalam kaleng. Selain itu sumber natrium juga terdapat vetsin, soda kue, magi, terasi, petis, taoco, saus tomat, kecap, selai, jeli. Kandungan berbahaya itu juga banyak mengendap dalam kelompok makanan jeroan, antara lain otak, hati, ginjal, paru, dan usus.

Banyak masyarakat salah kaprah dalam mengartikan diet rendah garam. Mereka membatasi penggunaan garam dapur, tetapi masih mengkonsumsi vetsin.

Diet macam ini yang membuat tensi darah tetap tinggi.

Selain diet rendah garam diperlukan juga diet rendah kolestrol dengan lemak terbatas yang terdapat pada minyak kelapa, lemak hewan, mentega. Kebutuhan lemak tersebut dapat diganti dengan menggunakan minyak kacang atau kedelai, minyak jagung, minyak bunga matahari dalam jumlah yang ditentukan.

Diet rendah kolestrol tidak hanya mengurangi penggunaan minyak, tapi juga konsumsi daging harus dibatasi dengan cukup menikmatinya hanya tiga kali seminggu. Idealnya adalah daging ayam tanpa kulit. Seharusnya pula menghindari jeroan, daging kambing, sosis, kepiting, udang, cumi, kupang, dan kuning telur. Konsumsi susu full cream sebaiknya diganti dengan susu skim, tempe, tahu dan kacang-kacangan. Perbanyak pula konsumsi buah dan sayur mengandung polifenol yang bermanfaat.

Sedangkan untuk diet tinggi serat terbagi dua macam, antara lain serat kasar (crude fiber) dan serat makanan (dietary fiber). Serat kasar banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Selain terdapat pada buah dan sayuran, serat makanan juga ada pada beras, kentang, singkong, dan kacang hijau. Makanan yang diajurkan untuk di konsumsi mengandung karbohidrat : Beras, beras tumbuk, beras merah, havermout, sumber protein nabati yang terdapat pada kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan tempe.

Diantara beberapa macam diet tersebut sangat di anjurkan untuk melakukan diet rendah kalori bagi mereka yang mengalami kegemukan. Caranya, dengan menghindari makanan yang banyak mengandung lemak, gurih, manis contohnya : daging berlemak, lemak hewan, jeroan, sosis, kelapa, santan, minyak kelapa, margarine, cake, es krim, gula, coklat, dan susu kental manis.____Oleh Puji Astuti, SKM

No comments:

Post a Comment