Showing posts with label Hipertensi. Show all posts
Showing posts with label Hipertensi. Show all posts

Saturday, February 13, 2010

Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Mengobati tekanan darah tinggi berarti melindungi organ syaraf, mata, jantung dan ginjal.
Tekanan darah adalah tekanan yang berasal dari jantung yang memompa darah terus menerus mengalir ke seluruh pembuluh darah. Darah dan berbagai bahan makanan diperlukan untuk kehidupan organ-organ tubuh manusia. Tekanan darah ada 2 macam, yaitu tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolic (TDD). Tekanan darah sistolik adalah nilai atas tekanan pada saat jantung memompa. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah nilai bawah pada saat jantung “istirahat”.
Hipertensi (HTN) adalah peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah (arteri) yaitu TDS ≥ 140 mmHg dan atau TDD ≥ 90 mmHg.
TDS sering berubah-ubah, dipengaruhi aktivitas fisik – paling tinggi waktu pagi hari, paling rendah saat tidur malam hari, sedangkan TDD relatif sama sepanjang hari.

Hipertensi “The Sillent Killer”

Hipertensi merupakan masalah kualitas hidup dan beban pendanaan terhadap penanganan hipertensi. Penderita perlu diingatkan mengenai pengobatan hipertensi terus menerus, kegagalan terapi hipertensi berarti penurunan kualitas hidup, terutama bila terjadi komplikasi hipertensi yang dapat berupa serangan otak (stroke), serangan jantung (infark miokard), dan gangguan ginjal yang menuju ke gagal ginjal.
Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga Indonesia 1995 (SKRT, 1995), prevalensi hipertensi, di Indonesia adalah 4,8-18,8% (based on borderline hipertension) dan kelompok perempuan ternyata lebih banyak daripada laki-laki.
Angka keberhasilan terapi hipertensi sampai saat ini sangat rendah, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, penderita-penderita hipertensi yang mencapai TDS 140/90 mmHg hanya 27%.

Apakah Keluhan Penderita Hipertensi?

Sebagian besar penderita HTN tidak ada keluhan, mungkin hanya sakit kepala bagian belakang, berdebar-debar, dada terasa berat, sukar konsentrasi dan sulit tidur. Sehingga penderita meskipun tahu ada hipertensi banyak yang tidak melakukan control kesehatan. Dan selanjutnya timbul komplikasi yang sangat menyiksa bahkan membahayakan jiwa yaitu:

A. Jantung

• Penyakit jantung Koroner (PJK)---> Serangan jantung !!
• Pembesaran otot jantung.
• Fungsi jantung menurun---> Gagal Jantung!!

B. Pembuluh darah otak:

• Transient Ischemic Attack (TIA)---> Stroke ringan.
• Stroke (kelumpuhan, tidak sadar)

C. Pembuluh darah perifer :

• Intermitten Claudication-------> Rasa sakit tungkai bawah saat jalan.
• Aneurisma------> Pelebaran pembuluh darah.

D. Ginjal

• Fungsi ginjal menurun

E. Mata

• Retinopati : terjadi pendarahan pada retina mata.

F. Mimisan (epistakis)

• Epistakis bisa juga merupakan komplikasi hipertensi yaitu pecahnya kelompok pembuluh darah di sekat rongga hidung.

Tujuan pengobatan

Tidak hanya menurunkan TD < href="http://hidupsehatbugar.blogspot.com/2010/01/stroke-kenali-gejalanya-lebih-dini.html"> stroke dan gagal ginjal. Pada penderita HTN dengan Diabetes dan HTN dengan penyakit ginjal kronik TD, harus diturunkan sampai < style="font-weight: bold;">Tatalaksana pengobatan HTN

Penderita harus mengubah gaya hidup sehari-hari. Ini merupakan tatalaksana yang paling penting ! “Life Style Change” yang dianjurkan adalah mengurangi berat badan bagi yang kelebihan BB atau obesitas, diet rendah garam (termasuk penyedap masakan ! ), banyak serat, sayur dan buah, dan olah raga yang teratur.

Bagaimana dengan obat anti hipertensi ?

Obat anti hipertensi sebaiknya diberikan dokter dan beberapa pedoman untuk penderita HTN yaitu :
1. Periksa TD secara teratur, pemeriksaan lain yang diperlukan adalah tes darah laboratorium, foto roentgen dada dan EKG (Elektro Kardiogram-rekaman aktivitas listrik jantung).
2. Minum obat seperti yang dianjurkan dokter.
3. Patuhi dengan baik segala nasehat dokter.

oleh Dr.B.Rudy Utantio Sp.Jp

Saturday, January 16, 2010

Diet Penderita Hipertensi


Hipertensi adalah penyakit yang banyak menyerang manusia pada usia 30 tahun sampai usia lanjut. Usia tersebut memang rentan untuk melakukan banyak aktivitas, yang dapat mengakibatkan hipertensi. Namun, hipertensi dapat dihindari dengan cara mengatur pola makan, yang selama ini sangat diacuhkan oleh masyarakat pada umumnya. Dengan pola makan yang asal-asalan bebagai penyakit akan mudah timbul.

Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk penderita hipertensi. Selain mengkonsumsi makanan dan obat secara rutin, penderita hipertensi juga harus menghindari beberapa makanan, antara lain dengan melakukan diet rendah garam.

Sumber pemicu hipertensi yang perlu di waspadai antara lain garam dapur (NaCi), MSG ( Monosodium Glutamat) dan pengawet makanan ( Sodium Karbonat). Sumber lain yang harus di waspadai banyak dari makanan di luar rumah seperti makanan di warung, restoran, hotel, dan catering. Biasanya makanan yang disajikan di tempat seperti itu menggunakan penyedap rasa yang mengandung MSG.

Ada juga sumber natrium terselubung yang terdapat pada biskuit, roti, soda, makanan yang di awetkan atau di kalengkan, termasuk dendeng, abon, cornet beef, daging asap, ham, ikan asin, ikan pindang, ebi, sarden, udang, kerang, telur asin, daging kambing, keju, margarine, asinan, dan buah dalam kaleng. Selain itu sumber natrium juga terdapat vetsin, soda kue, magi, terasi, petis, taoco, saus tomat, kecap, selai, jeli. Kandungan berbahaya itu juga banyak mengendap dalam kelompok makanan jeroan, antara lain otak, hati, ginjal, paru, dan usus.

Banyak masyarakat salah kaprah dalam mengartikan diet rendah garam. Mereka membatasi penggunaan garam dapur, tetapi masih mengkonsumsi vetsin.

Diet macam ini yang membuat tensi darah tetap tinggi.

Selain diet rendah garam diperlukan juga diet rendah kolestrol dengan lemak terbatas yang terdapat pada minyak kelapa, lemak hewan, mentega. Kebutuhan lemak tersebut dapat diganti dengan menggunakan minyak kacang atau kedelai, minyak jagung, minyak bunga matahari dalam jumlah yang ditentukan.

Diet rendah kolestrol tidak hanya mengurangi penggunaan minyak, tapi juga konsumsi daging harus dibatasi dengan cukup menikmatinya hanya tiga kali seminggu. Idealnya adalah daging ayam tanpa kulit. Seharusnya pula menghindari jeroan, daging kambing, sosis, kepiting, udang, cumi, kupang, dan kuning telur. Konsumsi susu full cream sebaiknya diganti dengan susu skim, tempe, tahu dan kacang-kacangan. Perbanyak pula konsumsi buah dan sayur mengandung polifenol yang bermanfaat.

Sedangkan untuk diet tinggi serat terbagi dua macam, antara lain serat kasar (crude fiber) dan serat makanan (dietary fiber). Serat kasar banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Selain terdapat pada buah dan sayuran, serat makanan juga ada pada beras, kentang, singkong, dan kacang hijau. Makanan yang diajurkan untuk di konsumsi mengandung karbohidrat : Beras, beras tumbuk, beras merah, havermout, sumber protein nabati yang terdapat pada kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan tempe.

Diantara beberapa macam diet tersebut sangat di anjurkan untuk melakukan diet rendah kalori bagi mereka yang mengalami kegemukan. Caranya, dengan menghindari makanan yang banyak mengandung lemak, gurih, manis contohnya : daging berlemak, lemak hewan, jeroan, sosis, kelapa, santan, minyak kelapa, margarine, cake, es krim, gula, coklat, dan susu kental manis.____Oleh Puji Astuti, SKM